Obat Kaki Gajah

Jual Jeli Gamat Luxor Obat Kaki Gajah
Mengatasi Penyakit Kaki Gajah Beserta Penyebabnya dan Penyakit Lainnya

Jual Obat Kaki Gajah Produk Halal dan Aman dikonsumsi, Tanpa Efek Samping Negatif dan Terdaftar Resmi di BPOM POM TI 074.625.481. Produk Berstandar Good Manufacturing Practice (GMP).

 

Tentang Penyakit Kaki Gajah dan Cara Mengatasinya

Penyakit kaki gajah, penyakit untut atau elephantiasis yang merupakan jenis penyakit yang menyebabkan beberapa bagian badan menggelembung perlahan-lahan bagaikan karet, tetapi penderita tidak merasakan sakit. Penyakit ini mengubah bentuk kaki penderita menjadi seperti kaki gajah.

Dalam pengertian lainnya, penyakit kaki gajah atau bancroftian filariasis adalah infeksi cacing mematoda Wuchereria bancrofti yang mengalami perubahan siklus hidup (stadium seksual) dan menjadi dewasa di dalam kelenjar getah bening manusia sebagai penjamu definitif.

Bila penderita penyakit kaki gajah ini digigit nyamuk dan nyamuk mengisap darahnya, maka mikrofilaria di dalam tubuh vektor nyamuk akan mengalami multiplikasi dan nyamuk menjadi pejamu intermediate.

Penyebab Penyakit Kaki Gajah

Penyakit ini adalah sejenis filaria (cacing benang putih) yang hidup di dalam pembuluh getah bening. Sementara itu, tempayak atau anak cacingnya masuk ke dalam aliran darah. Setelah parasit-parasit itu mati dan mengeras, perlahan-lahan pembuluh limfa akan tersumbat, sehingga beberapa bagian tubuh akan menggembung. Penyebar penyakit ini adalah sejenis nyamuk yang disebut Culex fatigans yang memindahkan Filaria bancrofti. Penyakit kaki gajah ini sering kali ditemukan pada wanita sebagai penderita terbanyak.

Penyebab lainnya, dapat disebabkan oleh keadaan lingkungan tempat tinggal yang masih jauh dari kata kebersihan, mereka yang tinggal di permukiman padat penduduk. Aliran air yang kurang lancar dan sistem sanitasi yang kurang baik.

Gejala Penyakit Kaki Gajah

Tanda-tanda dari penyakit kaki gajah sebagai berikut :

– Beberapa anggota badan, terutama kaki, lengan dan alat-alat kelamin bagian luar menggembung.

– Kedua belah kaki yang menggembung bentuknya menyerupai kaki gajah dan bagian-bagian yang menggembung tersebut akhirnya berubah menjadi gumpalan-gumpalan yang berwujud seperti lemak.

Pengobatan Penyakit Kaki Gajah

Secara medis penyakit kaki gajah merupakan penyakit yang memerlukan perawatan dan pengobatan lebih serius. Penyakit ini dapat dikatakan cukup rumit dan diketahui belum ada obat-obatan medis yang mampu menyembuhkan penyakit demikian. Obat-obatan medis hanya bersifat sementara untuk menekan perkembangan infeksi dan cacing yang menjadi penyebab timbulnya penyakit kaki gajah.

Tak jarang beberapa masyarakat atau orang yang mengalami penyakit kaki gajah ini memilih menggunakan metode pengobatan tradisional dengan menggunakan bahan herbal alami.

Salah satu cara pengobatan untuk mengatasi penyakit kaki gajah ini adalah dengan menggunakan Jelly Gamat Luxor. Jelly Gamat Luxor merupakan obat herbal alami yang diperoleh dari binatang teripang atau gamat terbaik spesies yakni gamat stichopus hermanii atau gamat emas. Jual Obat Kaki Gajah

Gamat atau teripang sendiri sudah dikenal sejak lama khususnya oleh masyarakat Malaysia di pulau Langkawi, mereka telah lama menggunakan gamat sebagai obat untuk mengatasi dan mengobati berbagai jenis penyakit, salah satunya penyakit kaki gajah.

Selain itu, Jelly Gamat Luxor memiliki manfaat dan khasiat lainnya untuk mengobati penyakit radang sendi, luka bakar, asma, penyakit kulit, sebagai anti kanker, anti radang dan antibakteri.

Kini, gamat atau teripang telah banyak digunakan di industri pengobatan tradisional yang dikemas dalam bentuk cair seperti sirup yang siap untuk dikonsumsi. Di proses dengan menggunakan teknologi modern dengan tetap menjada kualitas, mutu dan higienis. Jelly Gamat Luxor membantu mengatasi penyakit kaki gajah dan menekan pertumbuhan dan perkembangan biakan bakteri infeksi cacing yang menjadi penyebab timbulnya penyakit kaki gajah.

Jual Obat Kaki Gajah Jelly Gamat mengandung beberapa komponen bahan alami yang memiliki manfaat tersendiri, yakni :

1. 86,8 % mengandung protein

Gamat yang mengandung protein hewani paling tinggi yang dilengkapi oleh kandungan alami lainnya, seperti asam amino essensial dan non essensial yang sangat diperlukan oleh tiap sel-sel tubuh manusia dalam pembentukan jaringan baru dan sel tubuh untuk mengganti sel tubuh yang rusak.

2. 80 % mengandung kolagen yang berasl dari protein tersebut

Selain kandungan protein alami. Gamat juga mengandung senyawa alami lainnya yakni kolagen yang memiliki fungsi untuk :

– Memperbaiki dan memperlancar kerja dari sistem pencernaan makanan dan menjaga fungsi lambung bekerja lebih optimal.
– Membantu dalam pertumbuhan jaringan kulit, otot dan tulang
– Menunda proses penuaan dini, mempercantik kulit dan menjaga ke-elastisitasan kulit
– Meningkatan sistem imunitas tubuh

3. Mucopolysacarida

Mucopolysacarida merupakan bahan alami yang terkandung dalam jelly gamat dan merupakan bahan baku alami yang memiliki fungsi dan manfaat yang sangat baik, sebagai :

– Meningkatan fungsi pada pergerakan jaringan tukang rawan pada persendian agar mampu bergerak dengan bebas tanpa keluhan rasa nyeri atau rasa sakit.
– Merangsang pembentukan dari cairan sendi atau sinovial serta meredakan rasa linu pada tulang
– Menjaga kesehatan darah dan produksi darah serta volume dan keenceran darah
– Membantu meredakan rasa stress dan insomnia

4. Chondroitin Sulfat dan Glukosamin

Berfungsi sebagai :
– Membantu pertumbuhan dan perbaikan pada jaringan tulang rawan yang baru dan mengganti tulang rawan yang rusak
– Membantu mengatasi masalah keluhan arthritis dan gangguan persendian
– Mencegah inflamasi atau peradangan pada sendi dan tulang
– Sebagai anti-osteoarthritis

5. Omega 3

Omega 3 dikenal sebagai salah satu sumber gizi dan vitamin yang sangat baik bagi tubuh manusia yang salah satu banyak terkandung dalam hewan laut, memiliki fungsi seperti :
– Membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan menaikkan kolesterol baik (HDL)
– Mengatur transmisi sistem implus syaraf
– Mengurangi kekentalan darah
– Mengurangi risiko dari penyakit serangan jantung

6. Mineral

Selain kandungan diatas yang terdapat dalam Jelly Gamat Luxor, komponen mineral penting lainnya juga tersimpan dalam Jelly Gamat, yakni :
– Zat besi, berfungsi sebagai zat yang membantu pembentukan sel darah merah
– Zinc, berperan sebagai penghasil insulin dan sperma
– Magnesium, untuk membantu dalam pengoptimalan kerja dari sistem syaraf dan fungsi kerja organ jantung
– Cromium, berfungsi untuk meningkatkan kualitas dari insulin dalam menjaga kadar gula darah dalam tubuh
– Selenium, mineral alami yang memiliki kandungan antioksidan serta peningkat kemampuan daya tahan tubuh

7. Bio Active Element

Kandungan terakhir dari Jelly Gamat Luxor ini yakni Bio Active Eelement yang memiliki peranan yang tak kalah penting dari kandungan lainnya yakni :
– Membantu meregenerasi atau memperbaharui sel-sel yang rusak dan mengganti sel-sel yang baru, serta mempercepat penyembuhan luka, seperti bagian dalam pada sistem pencernaan seperti lambung dan maag.
– Holothurin yang bekerja sebagai Antimicyn sebagai antiseptik alamiah dan antikanker.

Aturan minum dan konsumsi Jelly Gamat Luxor :

Minum 2-3 x / hari ( takaran 1 sendok makan) atau dapat dicampurkan dengan air 150 ml.

Cara konsumsi :

Cara konsumsi yang benar juga akan memperpanjang masa penyimpanan Jelly Gamat. Disarankan untuk meminum Jelly Gamat dengan menggunakan sendok ( tidak disarankan untuk diminum langsung dari botolnya). Hal ini bertujuan untuk meminimalkan kontak antara mulut atau daerah di sekitar mulut yang mungkin terdapat kuman, bakteri, jamur dengan jelly gamat.

Perhatian :

Bagi seseorang yang memiliki sensitifitas terhadap makanan laut tak ada salahnya mencoba Jelly Gamat dalam dosis yang rendah yakni 1 sendok teh per hari, kemudian ditingkatkan perlahan menjadi 1 sendok makan per hari. Perhatikan respon yang terjadi, jika tidak terjadi keluhan seperti gatal / kemerahan pada kulit, konsumsi jely gamat dapat diteruskan dan dosis dapat ditingkatkan sesuai dengan yang disarankan.

Saran Penyimpanan Jelly Gamat Luxor :

Jelly Gamat yang berbentuk cairan sangat rentan terhadap panas atau cahaya matahari. Oleh karena itu disarankan untuk menyimpannya di dalam lemari es atau di tempat yang terduh/sejuk dan tidak terkena matahari secara langsung.

testimoni-jeli-gamat

Cara Pemesanan Jeli Gamat Luxor – Obat Kaki Gajah
Mengatasi Penyakit Kaki Gajah Beserta Penyebabnya dan Penyakit Lainnya

Harga Obat Kaki Gajah – Jelly Gamat Luxor 1 Botol Isi 350 ml = Rp. 235.000,-/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0852-1617-3280, tuliskan: Pesan Obat Kaki Gajah Jeli Gamat Luxor, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Contoh SMS :
Pesan Obat Kaki Gajah Jeli Gamat Luxor, 3 Botol, Ikhsan Mahfud, Jl. Jl. Kyai Tapa No. 50 Duri Kepa, Kebon Jeruk – Jakarta Barat 11510

Dan Kami akan membalas sms Anda untuk Data transfer dan konfirmasi Pengiriman Paket Obat Kaki Gajah ke Anda.

Untuk waktu malam hari, Anda tetap bisa sms order Anda dan pada pagi hari kami akan membalas sms Anda.

Jual Obat Kaki Gajah

Posted in Obat Kaki Gajah | Tagged , , , , , | Leave a comment

Gejala Awal Penyakit Kaki Gajah

Gejala Awal Penyakit Kaki Gajah – Penyakit kaki gajah merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena cacing Filaria. Biasanya penularan dari penyakit kaki gajah ini adalah melalu nyamuk. Penyakit kaki gajah merupakan salah satu penyakit yang kronis dan jika Anda tidak segera mengatasi penyakit ini maka akan menyebabkan kecacaran yang terjadi dengan membesarnya bagian tubuh yang terserang. Hal ini bisa menyebabkan si penderita tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari secara optimal dan maksimal.

Gejala Awal Penyakit Kaki Gajah

Gejala Awal Penyakit Kaki Gajah

 Penyakit Kaki Gajah

Gejala awal penyakit kaki gajah ditunjukkan dengan demam yang terjadi secara berulang-uulang. Demam ini biasanya terjadi 3-5 hari. Demam bisa hilang jika Anda beristirahat dan juga bisa muncul lagi jika Anda sedang melakukan aktivitas yang berat.

Gejala awal penyakit kaki gajah yang lainnya berupa pembengkakan yang terjadi pada kelenjar getah bening namun idak ditandai dengan adanya luka. Biasanya hal ini terjadi di lipatan paha, ketiak yang berwarna merah, rasanya panas dan juga nyeri. Radang yang terjadi dari saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan juga sakit kemudian akan menjalar dari pangkal kaki atau juga pangkal lengan ke arah ujungnya.

Gejala awal penyakit kaki gajah ditandai dengan perubahan pada bentuk kaki penderita yang akan terlihat seperti kaki gajah. Perlu Anda ketahui, penyebab dari penyakit kaki gajah ini adalah cacing benang putih sejenis filarial yang bisa hidup di dalam pembuluh getah bening.

Penyebab Kaki Gajah

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit kaki gajah ini adalah dengan pemeriksaan darah melalui ujung jari mereka. Biasanya hal ini bermaksud untuk membasi atauu membunuh larva atauu uga parasit yang ada pada tubuh. Pencegahan penularan yang dilakukan bisa mengurangi terjadinya kecacatan akibat dari penyakit kaki gajah yang kronis ini. Pemberian obat cacing seperti albendazole, DEC dan juga invermektin perlu diberikan.

Perlunya pemahaman masyarakat tentang penyakit kaki gajah ini adalah salah  sat cara untuk mencegah terjadinya penyakit kaki gajah di masyarakat. Sehingga kualitas hidup masyarakat akan semakin terjamin dengan hidup sehat.

Pengobatan Kaki Gajah

Penatalaksanaan dari penyakit kaki gajah ini bertujuan unutk membantu menangani secara dini penyakit kaki gajah. Cara kerjanya adalah dengan membasmi parasit atau juga larva yang mengalami perkembangan di dalam tubuh si penderita sehingga tingkat dari terjadinya penularan bisa dikurangi dan bisa ditahan. Pemberian obat kaki gajah Dietilkarbamasin atau DEC merupakan salah satu jenis obat kaki gajah dan merupakan satu-satunya yang sangat adekuat untuk membantu mengatasi penyakit filariasis bancrofti atau juga kaki gajah malayi yang sifatnya makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat oral yang diberikan sesudah makan malam akan terserap dengan lebih cepat, dalam mencapai konsentrasi puncak yang ada di dalam darah paling tidak dalam waktu 3 jam. Dan setelah itu diekskresi lewat airr kemih. Namun untuk kasus penyakit kaki gajah yang serius atau sudah mengalami pembesaran akibat tidak terdeteksi secara dini, dan juga selain pemberian obat kaki gajah tentunya membutuhkan tindakan selanjutnya seperti tindakan pembedahan atau operasi.

Efek samping yang dihasilkan dari jenis obat kaki gajah DEC bisa membawa efek samping yang lumayan serius dan cukup buruk. Misalnya adalah seperti sakit kepala, sakit tulang serta otot, pusing, mengalami anoreksia, muntah, demam serta alergi. Dengan efek samping yang terjadi ini maka seringkali membuat pengobatan dari penyakit kaki gajah mengalami kegagalan, sehingga harus menurunkan dosis obat namun waktu dalam menyembuhkannya menjadi lebih lama sekitar 9-12 bulan. Obat kaki gajah jenis DEC ini bertujuan untuk mmebantu membunuh cacing filaria, namun setelah melakukan penelitian ternyata di dalam tubuhc acing terdapat salah satu jenis bakteri bernama Wolbachia yang esensial dari cacing fiaria. Bakteri ini kemudian berkontribusi pada daya patogenitas dari cacing filaria. Sehingga menyebabkan bakteri inilah yang kemudian harus dihilangkan, karena memberikan pengaruh pada cacing filaria. Setelah melakukan suatu percobaan, bakteri ini bisa diantisipasi dengan menggunakan obat antibiotik biasa. Efek yang biasanya muncul untuk penderita juga tidak akan terlalu serius atau terlalu berat dalam mengonsumsi obat intermectin dan juga DEC. Salah satu jenis obat antibioti yang sudah dicoba penggunaannya adalah tetracylin. Dan ternyata obat antibiotik ini cukup efektif untuk membantu menanggulangi bakteri yang terdapat di dalam cacing filaria dan juga pada akirnya cacing juga akan mati.

Pemeriksaan yang dilakukan pada penyakit kaki gajah adalah pemeriksaan miroskopis. Namun pemeriksaan ini masih dianggap sulit dilakukan karena microfilaria hanya timbul dan darah di malam hari selama beberapa jam saja. Dan selain itu juga, dari berbagai metode pemeriksaan yang dilakukan juga dengan menegakkan diagnosis penyakit kaki gajah. Dan diantaranya adalah dengan melakukan sistem yang sudah terkenal yakni adalah sebagai Penjaringan membran, atau metode Teknik pengendapan. Metode pemeriksaan yang sudah lebih dekat menuju ke arah diagnosa dan sudah diakui oleh pihak WHO dalam pemeriksaan sistejm Tes kartu. Hal ini merupakan salah satu hal yang cukup sederhana dan lebih merangsang atau peka pada pendeteksian larva. Yakni melakukannya dengan cara mengambil sampel atau contoh darah dari sistem tusukan jari droplets pada waktu malam hari.

Untuk penderita penyakit kaki gajah diharapkan kesadaran dalam melakukan pemeriksa ke dokter dan kemudian mendapatkan obat-obatan sehingga menghambat terjadinya penularan ke masyarakat lain.

Gejala Awal Penyakit Kaki Gajah

Cara Pemesanan Jeli Gamat Luxor – Obat Kaki Gajah
Mengatasi Penyakit Kaki Gajah Beserta Penyebabnya dan Penyakit Lainnya

Harga Obat Kaki Gajah – Jelly Gamat Luxor 1 Botol Isi 350 ml = Rp. 235.000,-/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0852-1617-3280, tuliskan: Pesan Obat Kaki Gajah Jeli Gamat Luxor, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Obat Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kaki Gajah Di Indonesia

Penyakit Kaki Gajah Di Indonesia – Filariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit filaria yang menyerang kelenjar dan pembuluh getah bening Di Indonesia filariasis limfatik disebabkan oleh Wuchereria bancrofti (filariasis bancrofti) serta Brugia malayi dan Brugiatimori (filariasis brugia) dan dikenal umum sebagai penyakit kaki gajah atau demam kaki gajah. Diagnosis pasti ditegakkan dengan ditemukan mikrofilaria dalam peredaran darah.

Penyakit Kaki Gajah

W. bancrofti dan B. timori hanya ditemukan pada manusia. Berdasarkan sifat biologik B. malayi di Indonesia didapatkan dua bentuk yaitu bentuk zoophilic dan anthropophilic. Periodisitas mikrofilaria di peredaran darah pada jenis infeksi yang hanya ditemukan pada manusia bersifat noktumal, sedangkan yang ditemukan pada manusia dan hewan (kera dan kucing) dapat aperiodik, sub-periodik atau periodik.

Penyakit Kaki Gajah Di Indonesia

Penyakit Kaki Gajah Di Indonesia

Filariasis ditularkan melalui vektor nyamuk Culex quinque-fasciatus di daerah perkotaan dan oleh Anopheles spp., Aedes spp. dan Mansonia spp. di daerah pedesaan. Di dalam nyamuk, mikrofilaria yang terisap bersama darah berkembang menjadi larva infektif. Larva infektif masuk secara aktif ke dalam tubuh hospes waktu nyamuk menggigit hospes dan berkembang menjadi dewasa yang melepaskan mikrofilaria ke dalam peredaran darah.

Filariasis ditemukan di berbagai daerah dataran rendah yang berawa dengan hutan-hutan belukar yang umumnya didapat di pedesaan di luar Jawa-Bali. Filariasis brugia hanya ditemukan di pedesaan sedangkan filariasis bancrofti didapatkan juga di perkotaan. Prevalensi filariasis bervariasi antara 2% sampai 70% pada tahun 1987.

Penyakit kaki gajah di Indonesia disebabkan oleh tiga spesies cacing filaria yaitu Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, Brugiatimori, sedangkan vektor penyakitnya adalah nyamuk. Nyamuk yang menjadi vektor filaria di Indonesia hingga saat ini telah diketahui terdapat 23 spesies nyamuk dari genus Mansonia, Anopheles, Culex, Aedes dan Armigeres.

Sejumlah nyamuk yang termasuk dalam genus Culex dikenal sebagai vektor penyakit menular. Culex gunguefasciatus atau Culex fatigans menyukai air tanah dan rawa-rawa sebagai tempat berkembang biaknya, vektor ini dapat menularkan demam kaki gajah pada manusia. Beberapa jenis culex lainnya berkembang biaknya berbeda-beda jenisnya baik berupa air hujan dan air lainnya yang mempunyai kadar bahan organik yang tinggi. Umumnya menyukai segala jenis genangan air terutama yang terkena sinar matahari.

Anopheles barbirotris tempat perkembangannya adalah di air tawar yang tergenang di tempat terbuka baik alamiah (rawa-rawa) maupun buatan atau kolam, di air mengalir yang perlahan-lahan ditumbuhi tanaman air.  Di beberapa daerah, terutama di pedesaan penyakit ini masih endemis. Sumber penularnya adalah penderita penyakit kaki gajah baik yang sudah menimbulkan gejala-gejala ataupun tidak, karena didalam darah terdapat mikrofilaria yang dapat ditularkan oleh nyamuk.

Saat ini Penyakit Kaki Gajah Di Indonesia tercatat 11 ribu orang menderita penyakit kaki gajah yang tampak, dimana telah terjadi pembesaran di kaki dan kelenjar getah bening lainnya. Penduduk yang terinfeksi tentunya jauh lebih banyak, mereka akan diketahui setelah dilakukan tes darah.

Tetapi  hal ini juga sulit dilakukan karena micro filaria hanya dapat terdeteksi pada malam hari, sehingga penemuan kasus Filariasis menjadi sulit. Filariasis ditularkan melalui nyamuk, karena sifatnya yang demikian maka hal yang harus dilakukan yakni, jika ada seseorang di suatu daerah terkena kaki gajah maka harus dilakukan pengobatan bagi seluruh penduduk dengan pemberian obat (pengobatan masal) satu kali selama satu tahun berturut turut hingga lima tahun. Selain penyakit kaki gajah yang ditularkan lewat vektor nyamuk, penyakit lainnya adalah malaria dan penyakit demam berdarah.

Pengobatan Kaki Gajah

Penyakit Kaki Gajah Di Indonesia sebenarnya sudah memiliki program pengobatan masal hasil rekomendasi WHO ini sejak tahun 1970-an dan sudah ada maping yang menunjukkan bahwa filariasis terjadi di 386 kab/kota bukan hanya di kantong-kantong tetapi sudah merata, sejak tahun 2002 juga sudah dilakukan pengobatan masal, ada sekitar 32 juta orang yang sudah meminum obat. Untuk itu menurutnya, filariasis harus diatasi secara serius karena selain menyebabkan orang menjadi tidak produktif, meskipun dapat sembuh namun akan terjadi kecacatan.

Dalam melakukan pengobatan kaki gajah, obat kaki gajah yang diberikan adalah jenis obat Diethyl Carbamazine Citrate atau DEC. Obat kaki gajah ini dikombinasikan dengan jenis obat Albendazole yang sekali setahun diberikan selama 5 tahun secara berturut-turut. Untuk mencegah terjadinya efek samping pemakaian obat kaki gajah misalnya adalah seperti demam, maka diberikan obat Paraseramol. Pengobatan massal yang dilakukan dan diikuti oleh semua penduduk di daerah yang endemis dengan usia 2 tahun ke atas. Pengobatan ini ditnda pada orang yang sedang sakit, anak yang berada di bawah usia 2 tahun, dan juga wanita yang sedang hamil.

Selain penggunaan obat kaki gajah, langkah yang harus dilakukan untuk mencegah penyakit kaki gajah adalah :

  1. Menghindari diri dari serangan gigitan nyamuk vektor dengan cara
    – Msaat tidur menggunakan kelambu
    – Menutup ventilasi udara di dalam rumah dengan menggunakan kawat kasa nyamuk
    – Menggunakan obat nyamuk alat semprot atau juga dengan menggunakan obat nyamuk yang dibakar.
    – Mengoleskan kulit dengan menggunakan obat anti nyamuk.
  2. Memberantas nyamuk
    – Membersihkan tanaman air yang muncul di rawa-rawa sebagai salah satu tempat hidup nyamuk.
    – Menimbun, dan mengeringkan serta mengalirkan genangan air sebagai salah satu habitat tempat tinggal nyamuk
    – Membersihkan pekarangt rumah dan semak-semak yang ada di sekitar lingkungan rumah Anda.

Penyakit Kaki Gajah Di Indonesia

Cara Pemesanan Jeli Gamat Luxor – Obat Kaki Gajah
Mengatasi Penyakit Kaki Gajah Beserta Penyebabnya dan Penyakit Lainnya

Harga Obat Kaki Gajah – Jelly Gamat Luxor 1 Botol Isi 350 ml = Rp. 235.000,-/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0852-1617-3280, tuliskan: Pesan Obat Kaki Gajah Jeli Gamat Luxor, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Obat Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Jenis-Jenis Filariasis

Jenis-Jenis Filariasis – Filariasis adalah penyakit zoonosis menular yang banyak ditemukan di wilayah tropika seluruh dunia. Penyebab kaki gajah adalah infeksi oleh sekelompok cacing nematoda parasit yang tergabung dalam superfamilia Filarioidea. Gejala yang umum terlihat adalah terjadinya elefantiasis, berupa membesarnya tungkai bawah (kaki) dan kantung zakar (skrotum), sehingga penyakit ini secara awam dikenal sebagai penyakit kaki gajah (elephantiasis). Filariasis limfatik di Indonesia disebabkan oleh W. bancrofti, B. malayi dan B. timori, menyerang kelenjar dan pembuluh kelenjar getah bening. Penularan terjadi melalui vektor nyamuk Culex spp., Anopheles spp., Aedes spp. dan Mansonia spp.

Jenis-Jenis Filariasis

Jenis-Jenis Filariasis

Jenis-Jenis Filariasis

Filariasis atau penyakit kaki gajah biasanya dikelompokkan menjadi tiga macam, berdasarkan bagian tubuh atau jaringan yang menjadi tempat bersarangnya. Jenis-Jenis Filariasis adalah :

1. Filariasis Limfatik

Filariasis limfatik disebabkan Wuchereria bancrofti, Brugia malayi, dan Brugia timori. Gejala elefantiasis (penebalan kulit dan jaringan-jaringan di bawahnya) sebenarnya hanya disebabkan oleh filariasis limfatik ini. B. timori diketahui jarang menyerang bagian kelamin, tetapi W. bancrofti dapat menyerang tungkai dada, serta alat kelamin.

2. Filariasis Subkutan (Bawah Jaringan Kulit)

Filariasis subkutan disebabkan oleh Loa loa (cacing mata Afrika), Mansonella streptocerca, Onchocerca volvulus, dan Dracunculus medinensis (cacing guinea). Mereka menghuni lapisan lemak yang ada di bawah lapisan kulit.

3. Filariasis Rongga Serosa (Serous Cavity)

Jenis filariasis ini disebabkan oleh Mansonella perstans dan Mansonella ozzardi, yang menghuni rongga perut. Semua parasit ini disebarkan melalui nyamuk atau lalat pengisap darah, atau, untuk Dracunculus, oleh kopepoda (Crustacea).

Pencegahan Jenis-Jenis Filariasis

  • Tidur menggunakan kelambu
  • Lubang angin (ventilasi) rumah ditutup kawat kasa halus
  • Memasang obat nyamuk
  • Memakai obat gosok anti nyamuk
  • Membersihkan tempat-tempat perindukan nyamuk
  • Melakukan penyemprotan untuk membunuh nyamuk dewasa
  • Mengikuti program pengobatan massal filariasis di puskesmas
  • Memeriksa diri ke puskesmas atau dokter bila tetangga atau keluarga terkena filariasis

Penularan Penyakit Kaki Gajah 

Tahap perkembangan di dalam tubuh nyambuk atau didalam vektor :

  1. Ketika nyamuk mengisap darah dari si penderita atau miktrofilaremia dalam beberapa jenis mikrofilaria kemudian akan ikut terhisap bersama dengan darah dan setelah itu masuk ke dalam lambung vektor atau nyamuk.
  2. Dan beberapa saat setelah ada di dalam lambung nyamuk, kemudian mikrofilaria ini akan melepas selubung, dan setelah itu masuk menerobos ke dalam dinding lambung nyamuk unutk menuju ke rongga badan dan menuju ke jaringan otot thoraks nyamuk.
  3. Dan di dalam jaringan otot thoraks nyamuk, kemudian larva stadium 1 (L1) ini akan mengalami perkembangan untuk membentuk larva stadium II (L2) dan setelah itu akan berkembang menjadi stadium III (L3) yang akan berubah menjadi infektif.
  4. Waktu untuk bisa berkembang dari L1 menjadi L3 biasanya disebut dengan masa inkubasi ekstrinsik untuk W. Bancrofti antara lain adalah 10-14 hari, B. Malayi dan B. Timori sekiatr 7-10 hari.
  5. Kemudian L3 akan bergerak menuju ke arah proboscis atau alat tusuk dari si nyamuk yang digunakan untuk menggigit.
  6. Mikrofilaria yang ada di dalam tubuh nyamuk ini selanjutnya akan mengalami suatu perubahan bentuk dan setelah itu tidak mengalami perkembangbiakan sehingga diperlukan beberapa kali gigitan untuk bisa menimbulkan terjadinya masalah infeksi.

Tahap perkembangan di dalam tubuh manusia dan di dalam tubuh hewan perantara adalah :

  1. Di dalam tubuh manusia larva jenis L3 ini akan menuju ke arah sistem limfe dan setelah itu akan tumbuh menjadi cacing dewasa yang jantan atau juga betina.
  2. Lewat kopulasi, maka cacing betina ini kemudian akan menghasilkan mikrofilaria yang akan beredar ke dalam darah. Dan dengan periodik maka seekor cacing bening bisa mengeluarkan sejumlah 50.000 larva dalam setiap harinya !
  3. Setelah itu perkembangan dari L3 ini akan berubah menjadi cacing dewasa di dalam tubuh dan akan memproduksi mikrofilaria untuk W. Bancrofti selama paling tidak 9 bulan dan untuk kasus nyamuk B. Malayi dan B. Timori paling tidak terjadi selama 3 bulan.
  4. Dan dalam perkembangan yang seperti ini maka biasanya akan terjadi juga di dalam tubuh hewan seperti jenis reservoar atau lutung dan juga kucing.

Pengobatan Kaki Gajah

Pengobatan atau penatalaksanaan yang dilakukan pada penyakit kaki gajah adalah dengan menggunakan metode yang sama pada semua negara endemis menggunakan Diethyl Carbamazine Citrate atau DEC dan juga Albendazole yang digunakan paling tidak setahun sekali selam 5 tahun. Penggunaan obat kaki gajah ini merupakan obat yang paling efektif yang bisa membantu membunuh serta memberantas mikrofilaria atau juga makrofilaria. Dan berbagai metode yang dilakukan untuk memberantas penyakit kaki gajah di Indonesia sudah dilakukan dengan menggunakan obat kaki gajah yang diberikan pada pengobatan massal dengan penggunaan obat kaki gajah dosisnya standar pada sekitar daerah Bendungan Gambasa di Sulteng dan juga di Banjar. Pengobatan dengan menggunakan obat kaki gajah dosis rendah yang disertai dengan dosis standar obat kaki gajah sudah dilakukan juga pada daerah Kalsel. Dan dengan melihat dari pengalaman salah satu penelitian yang dilakukan untuk membantu mengatasi penyakit kaki gajah atau filariasis ini maka diputuskan cara memberantas penyakit kaki gajah dilakukan dengan obat kaki gajah DEC dosis rendah yang diberikan seminggu sekali paling tidak selama 40 minggu.

Jenis-Jenis Filariasis

Cara Pemesanan Jeli Gamat Luxor – Obat Kaki Gajah
Mengatasi Penyakit Kaki Gajah Beserta Penyebabnya dan Penyakit Lainnya

Harga Obat Kaki Gajah – Jelly Gamat Luxor 1 Botol Isi 350 ml = Rp. 235.000,-/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0852-1617-3280, tuliskan: Pesan Obat Kaki Gajah Jeli Gamat Luxor, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Obat Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Obat Herbal Kaki Gajah

Obat Herbal Kaki GajahPenyakit kaki gajah adalah salah satu penyakit di daerah tropis dan subtropis. Penyakit yang menyerang semua orang ini, disebabkan oleh cacing filaria yang berkembang biak di dalam kelenjar getah bening lewat gigitan nyamuk. Cacing inilah yang akan menyumbat saluran getah bening dan menyebabkan pembengkakan. Hampir semua jenis nyamuk berpotensi untuk membawa bibit penyakit ini, terutama nyamuk culex, anopheles juga aedes.

 Obat Herbal Kaki Gajah

Obat Herbal Kaki Gajah

Penyakit Kaki Gajah

Penderita yang terkena penyakit kaki gajah ini, tidak serta merta akan mengalami pembengkakan di anggota tubuhnya, tetapi terjadi demam dan radang sendi di awalnya. Air kemih berubah warna menjadi putih susu dan selanjutnya akan mengalami pembengkakan di bagian-bagian tubuh seperti lipatan paha ketiak. Selanjutnya di lengan, kaki, kemaluan, payudara dan bagian tubuh lainnya.

Gejala penyakit kaki gajah serta tanda klinis akut yang ditunjukkan adalah :

  1. Demam yang muncul selama berulang kali paling tidak selama 3-5 hari. Demam ini bisa hilang dengan sendirinya jika Anda beristirahat dengan cukup namun akan muncul lagi jika Anda melakukan aktivitas yang berat.
  2. Pembengkakan yang terjadi pada kelenjar getah bening yang tidak disertai dengan munculnya luka pada daerah lipatan paha, ketiak atau limfadenitis yang terlihat berwarna merah, panas, serta sakit.
  3. Radang yang terjadi pada saluran kelenjar getah bening yang akan terasa panas serta sakit yang menjalar dari arah pangkal ke arah ujung kaki serta lengan.
  4. Abses yang terjadi filarial yang disebabkan karena kelenjar getah bening yang sering mengalami pembengkakan dan bisa pecah serta mengeluarkan nanah dan mengeluarkan darah.
  5. Pembesaran yang terjadi pada daerah tungkai, lengan, buah dada, kantung buah zakar yang akan nampak berwarna kemerahan dan akan terasa panas.

Sedangkan gejala dan tanda klinis penyakit kaki gajah yang kronis adalah pembesarab yang terjadi secara menetap pada penyakit kaki gajah dibagian tungkai, lengan, buah dada, buah zakar.

Diagnosis Kaki Gajah

Diagnosis yang dilakukan pada penyakit kaki gajah adalah :

  1. Klinis
    Diagnosis klinis ini biasanya ditegakkan jika memang ditemukan suatu gejala dan juga suatu tanda dari klinis akut maupun kasus kronis.
  2. Laboratorium
    Pemeriksaan yang dilakukan dnegan memeriksakan darah jari biasanya dilakukan di malam hari pada waktu 20.00-02.00 waktu setempat. Dan seseorang dinyatakan positif menderita  penyakit kaki gajah jika dalam sediaan darah yang tebal terdapat mirofilaria.

Program memberantas dan mengobati penyakit kaki gajah biasanya dilakukan dengan berkesinambungan. Dan  biasanya pengobatan ini dilakukan dengan mengacu pada semua hasil penelitian yangs sudah banyak dilakukan selama bertahun-tahun. Pemberantasan dari penyakit kaki gajah ini harus dilakukan baik dalam jangka waktu pendek atau juga dilakukan dalam janka waktu panjang. Pemberantasan yang dilakukan pada jangka waktu pendek paling penting diarahkan untuk pengobatan masal atau juga pengobatan selektif dengan menggunakan obat kaki gajah jenis DEC yang ditambah dengan obat jenis lainnya misalnya adalah obat antipiretik dan juga obat jenis antibiotik.

Pengobatan Kaki Gajah

Tujuan yang dilakukan pada pengobatan penyakit kaki gajah dalam jangka waktu pendek adalah :

  1. Membantu mengurangi angka dari pravalensi atau penularan
  2. Membantu mengurangi potensi dari angka kesakitan dan yang paling utaa adalah gejala akut.
  3. Untuk membantu mengurangi intensitas dari terjadinya penularan

Sedangkan program pemberantasan dan pengobatan penyakit kaki gajah yang dilakukan jangka waktu panjang dengan tujuan untuk membantu mendukung konsep yang menyatakan jika penyakit kaki gajah akan hilang dengan sendirinya bahkan tanpa adanya bantuan intervensi dari media atau layanan kesehatan. Jika terjadi suatu perubahan ekosistem yang akan emngarah pada hilangnya tempat perkembangbiakan nyamuk vektor filariasis atau penyakit kaki gajah. Serta pembangunan ekonomi yang bisa membantu merubah tempat dari perindukan nyamuk vektor menjadi suatu lahan perubahan, industri atau juga pariwisata dan lain sebagainya.

Disaat sedang terjadi suatu perubahan fisi, maka biasanya perubahan sosio kultural juga akan berubah dengan sendirinya yang akan membantu mengurangi resio dari terjadinya penularan dan akan membantu meningkatkan kesadaran warga masyarakat akan menjaga dan memelihara kesehatan dirinya. Program dari pemberantasan penyakit kaki gajah ini juga harus mendapat dukungan dan peran serta dari masyarakat karena tanpa adanya peran serta dari masyarakat maka program pengobatan dan pemberantasan ini tidak akan berjalan dengan baik dan tidak akan bisa mencapai ke sasaran yang di tuju. Peran dari pemuka masyarakat baik secara formal dan juga non formal merupakan salah satu hal yang penting yang bisa membantu untuk melakukan pelaksanaan dari pemberantasan penyakit kaki gajah.

Obat Herbal Kaki Gajah

1. Obat Herbal Kaki Gajah Pertama

Bahan-Bahan obat kaki gajah :

– 7 lembar daun jati belanda
– 1 jari rimpang bangle
– 1 1/2 gelas air

Cara Pemakaian :

– Semua bahan di cuci bersih
– Lalu rebus dalam 1 1/2 gelas air hingga tersisa 1 gelas
– Setelah itu dinginkan dan saring
– Minum 2 kali sehari masing-masing 1/2gelas

2. Obat Herbal Kaki Gajah Kedua

Bahan-Bahan obat kaki gajah :

– Daun jati belanda secukupnya

Cara Pemakaian obat kaki gajah  :

– Daun jati belanda dikeringkan
– Lalu digiling menjadi serbuk
– Ambil 20 gram serbuk dan seduh dengan air panas
– Saring dan minum airnya
– Lakukan 2 kali sehari

 Obat Herbal Kaki Gajah

Cara Pemesanan Jeli Gamat Luxor – Obat Kaki Gajah
Mengatasi Penyakit Kaki Gajah Beserta Penyebabnya dan Penyakit Lainnya

Harga Obat Kaki Gajah – Jelly Gamat Luxor 1 Botol Isi 350 ml = Rp. 235.000,-/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0852-1617-3280, tuliskan: Pesan Obat Kaki Gajah Jeli Gamat Luxor, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap

Posted in Obat Kaki Gajah | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment